expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Friday, March 29, 2013

NAPAK TILAS WOTANMAS JEDONG DI KAKI GUNUG PENANGGUNGAN YANG BERUMUR 1000 TAHUN LEBIH

Sekilas Desa Wotanmas Jedong tak ubahnya seperti desa-desa  lainnya di lereng pegunungan pada umumnya. Namun siapa sangka desa yang terletak di kaki Gunung Penanggungan sebelah utara itu tercatat dalam prasasti kuno berusia lebih dari 1000 tahun. Ya, prasasti Kerajaan Mataram Hindu hingga Majapahit.

Desa Wotanmas Jedong terletak di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Dari Kota Mojokerto sekitar 30 kilometer ke arah timur. Desa itu juga berada sekitar 2 km sebelah selatan Kawasan Industri Ngoro, yang terletak di kaki Gunung Penanggungan sebelah utara. Penemuan 12 prasasti di situs Jedong mengungkapkan keberadaan Desa Wotanmas Jedong sudah ada sejak zaman Mataram Kuno hingga masa Majapahit tapi ada sebagian penduduk ada yang bilang desa jedong ada sebelum zaman majapahit. Desa itu merupakan Desa Perdikan, yaitu desa yang bebas dari segala macam pajak maupun upeti, dengan nama yang berganti-ganti.  Setelah menapaki usia 1000 tahun lebih, Desa Wotanmas Jedong menghadapi problema klasik sebagaimana desa-desa di wilayah pegunungan pada khususnya, dan di Jawa Timur umumnya. Yakni, sarana dan prasarana yang tertinggal, seperti yang paling dirasakan kebutuhan air bersih di saat kemarau. Dulu desa jedong Jalannya berkelok-kelok dan menanjak masih banyak berupa jalan tanah dan gragal tapi sekarang desa ini maju pesat jalannya juga sekarang sudah diaspal dan rumah penduduknya bagus-bagus tidak seperti desa jedong 20 tahun yang lalu bahkan 1 abad yang lalu. Namun udara di desa itu terasa belum tersentuh polusi, meski berjarak 2 km dari kawasan industri Ngoro, Kab. Mojokerto. Udaranya sejuk dan segar.  Hampir tiap hari libur atau Minggu, desa itu dipenuhi orang-orang bersepeda dan sekedar rekreasi, khususnya di kompleks Situs Jedong. Sebagian besar warga Desa Wotanmas Jedong bertani dan mengelola tanah tadah hujan. Juga mengelola panen musiman, seperti kapuk, jagung,singkong dan mente. Sebagian warga yang lain mencari nafkah mengambil batu dan sirtu, yang lokasinya di perbatasan Desa Wotanmas Jedong dengan Kawasan Industri Ngoro.

Namun sejak adanya industri, kehidupan di Desa Wotanmas Jedong mengalami banyak perubahan dan membuat desa itu cukup berkembang.
Kades Wotanmas Jedong yang ketujuh, H. Winajat SH (41) mengakui keberadaan kawasan Industri Ngoro dapat menekan angka pengangguran di desanya. Meski berhimpitan dengan kawasan industri, kehidupan beragama masyarakat cukup tinggi. Masjid Sirojuddin cukup besar dan berdiri megah. Masjid itu dibangun warga desa seeara swadaya. “Kepedulian warga membangun tempat peribadatan di sini cukup tinggi. Untuk hal-hal yang begitu tidak pemah minta bantuan pihak luar,” kata Mohamad Soliyan (36), warga Desa Wotanmas Jedong, sekuriti sebuah pabrik gitar listrik ternama di Ngoro Industri. Hanya saja Kades Winajat mengkritisi keberadaan peninggalan purbakala (Situs Candi Jedong) kurang memberikan kontribusi terhadap warga desa. Salah satu penyebabnya, situs tersebut kurang dirasakan manfaatnya karena tidak didukung fasilitas penunjang lainnya. Dulu di seberang Candi Jedong ada kolam renang, namun sekarang dalam terlantar dan tidak terawat. “Aset desa di sebelah candi tidak bisa dimanfaatkan untuk pemandian gara-gara keterbatasan penyediaan air,” ujar Winajat.

Hal itu karena air dari Sumber Goa yang berjarak sekitar 100 meter dari Candi Jedong hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Untuk kebutuhan lainnya, misalnya untuk mengisi pemandian, harus dieari sumber lain. “Dulu kolam renang bisa berjalan, karena air tersedia dan penduduknya belum banyak. Sekarang jumlah penduduk bertambah, sedang debit air berkurang,” kata Winajat.

Upaya menambah pemenuhan kebutuhan air sudah pernah dilakukan, dengan melakukan empat kali pengeboran tanah, tetapi tidak berhasil. Padahal dana dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Rp400 juta. Menurut Winajat, yang menajat, yang memungkinkan mengambil air dari Jolotundo yang berada di atasnya. Namun terkendala biaya yang besar, karena jaraknya lebih dari 10 km. Winajat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk menambah kebutuhan air desanya. Kalau air di desanya kecukupan manfaatnya luas. Ia ingin kolam renang yang selama ini terlantar direnovasi sebagaimana sarana rekreasi warga di sekitarnya, sekaligus sebagai obyek wisata desa yang dapat meningkatkan pemasukan kas desa.

Sementara itu, keberadaan Ngoro Industri cukup membantu penyediaan lapangan kerja. Sekitar 20% penduduk Desa Wotanmas Jedong menjadi pekerja pabrik. “Rata-rata di bagian produksi. Untuk posisi-posisi staf masih minim sekali, karena rata-rata cuma lulusan SD atau SMP,” kata Soliyan. Namun Soliyan menolak anggapan kondisi perekonomian masyarakat dikatakan miskin. Justru persoalannya adalah tranportasi hingga mempengaruhi tingkat pendidikan warga desa. Sebab setelah lulus SD atau Madrasah, anak-anak tak melanjutkan sekolah, karena transportasi sulit. Belum ada jalur MPU (mobil penumpang umum) yang masuk dan ojek mahal Bagi warga yang tidak mampu, memilih tidak meneruskan sekolah setelah siswa lulus sekolah dasar. Soliyan mencontohkan anak bungsunya yang sekolah di sebuah SMP di Desa Sedati, Kec. Ngorok, yang jaraknya sekitar 7 Km. Setiap hari harus pulang dan pergi dengan ojek Rp7.000. Ia pun berharap, bila pemandian di dekat candi beroperasi diharapkan ada jalur MPU masuk sampai Candi Jedong dan Air Terjun Sabrangan.


Candi Jedong : Jejak Kejayaan Airlangga di Lereng Penanggungan 

Gunung Penanggungan adalah gunung suci. Gunung Penanggungan adalah swargaloka yang ada di tanah Jawa. Keberadaannya ibarat Kahyangan  bagi Para Dewata yang ada di gunug tersebut. Gunung Penanggungan disamping eksotis juga memiliki sumber air yang menyehatkan yang ada di lerengnya. Selain itu Penanggungan juga memiliki banyak candi di lerengnya. Ada kisaran 83 yang ada baik terawat dan tidak terawat dengan baik. Menurut sejarahnya disana adalah pusat pemerintahan kerajaan Kahuripan masa lalu. Jedong Sendiri sudah ada sejak tahun 900 M. Jika dihitung sampai saat ini usia Desa Jedong sudah 1000 tahun lebih lamanya.bhkan ada cerita asli dari rakyat jedong bahwa dulu yang membangun candi pasetran jedong adalah sungging bersaudara yang sakti adalah kakaknya dan adiknya tidak begitu sakti dia iri pada kakaknya terus kakanya dibuang dengan layang-layang adiknya berujar kalau tidak sampai dinegri cina layang-layang itu tidak akan turun.


 

SALAM SEJAHTERA BAGI SELURUH PENDUDUK WOTANMAS JEDONG DARI AHLAN ROFIQ PUTRA ASLI WOTANMAS JEDONG

No comments:

Post a Comment